Praktikum 2
balqiserp.pagitrpl.my.id

Merancang dan Menguji Arsitektur Teknis ERP

Indikator: Arsitektur teknis ERP. Perancangan arsitektur untuk 100 pengguna (penjualan, gudang, produksi, pembelian, keuangan), matriks hak akses, SOP pencadangan/pemulihan, aliran data transaksi pembelian, dan simulasi 5 gangguan teknis.

1. Diagram Hubungan Pengguna, Antarmuka, Server Aplikasi, Database & Pencadangan

Tier 1 — Lapisan Pengguna & Antarmuka (Client Interface) 100 Pegawai (Penjualan, Gudang, Produksi, Pembelian, Keuangan) via Browser Laptop / PC Desktop
⇅ Protokol Jaringan (HTTP/HTTPS, LAN 1Gbps, VPN untuk Remote Worker) ⇅
Tier 2 — Jaringan & Keamanan (Network & Security Layer) Firewall Perusahaan, TLS/SSL Encryption, Subdomain Routing (balqiserp.pagitrpl.my.id)
⇅ Web Server Gateway Interface (Apache / PHP Engine) ⇅
Tier 3 — Server Aplikasi ERP (ERP Application Server) Memproses Logika Bisnis, Aturan Validasi Transaksi, Autentikasi Pengguna, dan Session State
⇅ Koneksi Database RDBMS (PDO MySQL Port 3306) ⇅
Tier 4 — Server Database Terpusat (Primary Database Server) Penyimpanan Relasional Data Transaksi, Master Data, ACID Transaction & Foreign Key Integrity
↓ Replikasi Terjadwal & Snapshot Backup Dump Harian ↓
Tier 5 — Sistem Pencadangan Terpisah (Isolated Off-Site Backup Server) Storage Cadangan Terpisah (NAS / Cloud Storage) untuk Pemulihan Bencana (Disaster Recovery)

2. Matriks Hak Akses Pengguna (Role-Based Access Control)

Departemen Menu & Modul yang Diakses Kewenangan Akses Pembatasan Keamanan (Restriction)
Penjualan Katalog Produk, Order Penjualan, Pelanggan Create, Read Dilarang melihat dan memodifikasi jurnal keuangan.
Gudang Penerimaan Barang (GR), Pengeluaran, Stok Fisik Create, Read, Update Dilarang menyetujui pembayaran utang pemasok.
Produksi Bill of Materials (BOM), Work Order, MRP Create, Read, Update Dibatasi hanya pada alokasi bahan dan jadwal mesin.
Pembelian Permintaan Pembelian (PR), PO, Data Pemasok Create, Read, Update Dilarang mencairkan kas atau membuat jurnal pengeluaran.
Keuangan Jurnal Umum, Buku Besar, Neraca Saldo, Kas/Bank Full Access Keuangan Dilarang mengubah spesifikasi BOM atau jadwal produksi.
Pimpinan Executive Dashboard, Persetujuan PO, Audit Trail Read, Approval Dibatasi dari entri teknis transaksi harian.

3. Rencana Pencadangan & Prosedur Pemulihan Data

  • Metode Pencadangan: Full Backup database otomatis setiap hari pukul 01:00 WIB dan backup snapshot mingguan.
  • Lokasi Penyimpanan: Menggunakan server NAS terisolasi atau bucket cloud terenkripsi (AES-256) terpisah dari server produksi.
  • Target Ketahanan: RPO (Recovery Point Objective) < 24 jam dan RTO (Recovery Time Objective) < 2 jam.
  • Prosedur Pemulihan (DR): 1. Isolasi server bermasalah, 2. Deploy database baru dari dump `.sql` tervalidasi, 3. Verifikasi jumlah baris data dan saldo akun, 4. Rekonsiliasi transaksi offline.
💾 Download Cadangan Database (.SQL)

4. Aliran Data Ketika Pengguna Melakukan Transaksi Pembelian

Langkah 1: Pengadaan Buat Permintaan Pembelian (PR) Modul Pembelian memeriksa stok minimal
Langkah 2: Persetujuan Persetujuan & Terbit PO Pimpinan menyetujui, PO dikirim ke Vendor
Langkah 3: Penerimaan Penerimaan Barang di Gudang Gudang input Surat Jalan; stok bertambah
Langkah 4: Keuangan 3-Way Matching & Jurnal Utang Invoice dicocokkan; Utang Usaha dibukukan

5. Potensi Kegagalan Teknis & Simulasi Penanganan Gangguan

Matriks Dampak dan Prosedur Penanganan Operasional

Potensi Kegagalan Dampak Terhadap Operasional Prosedur Mitigasi & Pemulihan Teknis
Database Mati / Down Seluruh transaksi pembukuan, penjualan, dan mutasi gudang terhenti total. Restart service database, periksa kapasitas disk, alihkan ke server database replika (failover), atau restore backup terakhir.
Server Aplikasi Gangguan Pengguna tidak dapat login ke antarmuka ERP meskipun data di database tetap aman. Restart web server Apache/PHP-FPM, periksa error log, deploy ulang source code stabil, dan aktifkan load balancer.
Koneksi Internet Terputus Pegawai lapangan / luar kantor tidak dapat mengakses sistem; operasional lokal kantor tetap bisa berjalan via LAN. Alihkan koneksi internet ke ISP cadangan (Dual WAN Failover); pengguna lokal tetap bekerja menggunakan IP LAN server lokal.
Pelanggaran Hak Akses Potensi kebocoran data rahasia keuangan atau manipulasi nominal transaksi. Tolak akses secara otomatis (403), catat insiden ke Security Audit Trail, dan kunci akun sementara jika percobaan berulang.
Pencadangan Gagal Data transaksi hari berjalan berisiko hilang permanen jika terjadi bencana server. Jalankan audit harian status cron backup, kirim alert via bot/email saat dump gagal, dan lakukan uji restore berkala.

Bukti (5) — Penjelasan Mengenai Alasan Pemilihan Rancangan Arsitektur

Mengapa Menggunakan Arsitektur 3-Tier Web-Based Client-Server?

1. Skalabilitas & Kemudahan Maintenance: 100 pengguna dapat mengakses sistem hanya melalui web browser tanpa perlu instalasi aplikasi di setiap komputer (Zero Client Installation). Pembaruan kode cukup dilakukan sekali di server.

2. Keamanan Data Terpusat: Server aplikasi dan database dapat dipisahkan secara fisik/jaringan. Database tidak diekspos langsung ke internet, melainkan hanya menerima query terverifikasi dari server aplikasi.

3. Integritas Transaksional (ACID): Menjamin bahwa transaksi pembelian atau penerimaan barang yang melibatkan beberapa tabel dieksekusi secara atomik (tidak terjadi pembukuan setengah jadi).

ERP System — TRPL Politeknik META Industri · By Nadia Putri Balqis