Praktikum 5
balqiserp.pagitrpl.my.id

Konfigurasi SCM dan Pembelian Berbasis Kebutuhan Material

Indikator: Konfigurasi modul SCM dan pembelian. Skenario: Produksi 300 unit produk jadi dalam tenggat 6 hari kerja. BOM: 3 unit Bahan A dan 2 unit Bahan B per produk. Perhitungan kebutuhan bruto/bersih, simulasi PO, penerimaan barang bertahap, dan analisis keputusan saat pemasok terlambat.

Tahap 1 — Konfigurasi Data Master Produk, BOM, Stok & Pemasok

Kode Nama Komponen Tipe Stok Tersedia PO Belum Diterima Kebutuhan per Unit Produk (BOM) Waktu Pengadaan (Lead Time) Status Kesiapan
PRD-001 Komponen Manufaktur (Produk Jadi) Produk Jadi 0 unit 0 unit Komponen Jadi — Target Perakitan
BB-A Bahan Baku A Bahan Baku 400 unit 450 unit 3 unit 4 hari kerja Stok 400 + PO 100
BB-B Bahan Baku B Bahan Baku 250 unit 350 unit 2 unit 7 hari kerja Stok 250 (Lead time 7 hari)

Daftar Pemasok Resmi & Waktu Pengiriman Standar

PT Pemasok Utama
Kontak: 0812-3456-7890 (Pak Budi)
Lead Time: 4 hari kerja
Harga Satuan: Rp 10.000 / unit
CV Mitra Bahan
Kontak: 0812-9876-5432 (Ibu Dewi)
Lead Time: 3 hari kerja
Harga Satuan: Rp 12.000 / unit
PT Bahan Cepat
Kontak: 0812-7778-8899 (Bpk. Anton)
Lead Time: 2 hari kerja
Harga Satuan: Rp 18.000 / unit

Tahap 2 — Perhitungan Kebutuhan Material (Kebutuhan Bruto & Bersih)

Bahan Baku Rasio BOM Kebutuhan Bruto Stok Tersedia PO Belum Datang Kebutuhan Bersih (Net) Lead Time Standar Evaluasi Terhadap Tenggat (6 Hari)
Bahan Baku A (BB-A) 3 unit / produk 300 × 3 = 900 unit 400 unit 450 unit 50 unit 4 hari kerja Aman (Bisa diproses)
Bahan Baku B (BB-B) 2 unit / produk 300 × 2 = 600 unit 250 unit 350 unit 0 unit 7 hari kerja Terpenuhi

Asumsi & Analisis Waktu Pengadaan:

1. Bahan Baku A: Kebutuhan Bruto = 300 × 3 = 900 unit. Tersedia Stok = 400 unit, dan PO belum datang = 100 unit. Maka Kebutuhan Bersih = 900 − 400 − 100 = 400 unit. PO 100 unit dapat dipakai karena waktu pengadaan 4 hari kerja masih dalam batas tenggat 6 hari.

2. Bahan Baku B: Kebutuhan Bruto = 300 × 2 = 600 unit. Tersedia Stok = 250 unit, PO belum datang = 0. Maka Kebutuhan Bersih = 600 − 250 = 350 unit. Waktu pengadaan standar 7 hari kerja melebihi tenggat 6 hari kerja, sehingga menjadi kendala utama (bottleneck).

Tahap 3 — Simulasi Permintaan Pembelian (PO Baru)

Tahap 5 — Pengujian Perubahan Kondisi (Pemasok B Terlambat 8 Hari)

Pemberitahuan Pemasok:
"Pemasok Bahan B menginformasikan bahwa barang baru dapat dikirim dalam 8 hari kerja, sedangkan produksi harus selesai dalam 6 hari kerja."

Pilih Keputusan Pengadaan & Evaluasi Risiko:

Tahap 4 — Penerimaan Barang Sebagian & Laporan Perubahan Stok

ID PO Material & Pemasok Dipesan Diterima Sisa Pesanan Status PO Penerimaan Barang Sebagian (Partial)
PO-#2 BB-B
PT Bahan Cepat
350 unit 0 unit 350 unit PO Terbuka
PO-#1 BB-A
PT Bahan Cepat
350 unit 0 unit 350 unit PO Terbuka

Riwayat Penerimaan Fisik di Gudang (Goods Receipts)

Waktu Penerimaan Referensi PO Material Jumlah Diterima Catatan / Nomor Surat Jalan
Belum ada riwayat penerimaan barang.

Rangkuman Evaluasi Data Modul SCM

(1) Data Master & BOM

Tersedia master Bahan A (BOM: 3) dan Bahan B (BOM: 2) untuk 1 unit produk jadi.

(2) Kebutuhan Bruto & Bersih

Target 300 unit: A = 900 bruto / 400 bersih; B = 600 bruto / 350 bersih.

(3) Bukti Permintaan PO

Tersimpan pada tabel pesanan pembelian dengan tracking kuantitas terbuka.

(4) Simulasi Penerimaan

Penerimaan bertahap langsung menambah stok fisik dan memotong PO terbuka.

ERP System — TRPL Politeknik META Industri · By Nadia Putri Balqis