Konfigurasi SCM dan Pembelian Berbasis Kebutuhan Material
Indikator: Konfigurasi modul SCM dan pembelian. Skenario: Produksi 300 unit produk jadi dalam tenggat 6 hari kerja. BOM: 3 unit Bahan A dan 2 unit Bahan B per produk. Perhitungan kebutuhan bruto/bersih, simulasi PO, penerimaan barang bertahap, dan analisis keputusan saat pemasok terlambat.
Tahap 1 — Konfigurasi Data Master Produk, BOM, Stok & Pemasok
| Kode | Nama Komponen | Tipe | Stok Tersedia | PO Belum Diterima | Kebutuhan per Unit Produk (BOM) | Waktu Pengadaan (Lead Time) | Status Kesiapan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| PRD-001 | Komponen Manufaktur (Produk Jadi) | Produk Jadi | 0 unit | 0 unit | Komponen Jadi | — | Target Perakitan |
| BB-A | Bahan Baku A | Bahan Baku | 400 unit | 450 unit | 3 unit | 4 hari kerja | Stok 400 + PO 100 |
| BB-B | Bahan Baku B | Bahan Baku | 250 unit | 350 unit | 2 unit | 7 hari kerja | Stok 250 (Lead time 7 hari) |
Daftar Pemasok Resmi & Waktu Pengiriman Standar
Kontak: 0812-3456-7890 (Pak Budi)
Kontak: 0812-9876-5432 (Ibu Dewi)
Kontak: 0812-7778-8899 (Bpk. Anton)
Tahap 2 — Perhitungan Kebutuhan Material (Kebutuhan Bruto & Bersih)
| Bahan Baku | Rasio BOM | Kebutuhan Bruto | Stok Tersedia | PO Belum Datang | Kebutuhan Bersih (Net) | Lead Time Standar | Evaluasi Terhadap Tenggat (6 Hari) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bahan Baku A (BB-A) | 3 unit / produk | 300 × 3 = 900 unit | 400 unit | 450 unit | 50 unit | 4 hari kerja | Aman (Bisa diproses) |
| Bahan Baku B (BB-B) | 2 unit / produk | 300 × 2 = 600 unit | 250 unit | 350 unit | 0 unit | 7 hari kerja | Terpenuhi |
Asumsi & Analisis Waktu Pengadaan:
1. Bahan Baku A: Kebutuhan Bruto = 300 × 3 = 900 unit. Tersedia Stok = 400 unit, dan PO belum datang = 100 unit. Maka Kebutuhan Bersih = 900 − 400 − 100 = 400 unit. PO 100 unit dapat dipakai karena waktu pengadaan 4 hari kerja masih dalam batas tenggat 6 hari.
2. Bahan Baku B: Kebutuhan Bruto = 300 × 2 = 600 unit. Tersedia Stok = 250 unit, PO belum datang = 0. Maka Kebutuhan Bersih = 600 − 250 = 350 unit. Waktu pengadaan standar 7 hari kerja melebihi tenggat 6 hari kerja, sehingga menjadi kendala utama (bottleneck).
Tahap 3 — Simulasi Permintaan Pembelian (PO Baru)
Tahap 5 — Pengujian Perubahan Kondisi (Pemasok B Terlambat 8 Hari)
"Pemasok Bahan B menginformasikan bahwa barang baru dapat dikirim dalam 8 hari kerja, sedangkan produksi harus selesai dalam 6 hari kerja."
Pilih Keputusan Pengadaan & Evaluasi Risiko:
Tahap 4 — Penerimaan Barang Sebagian & Laporan Perubahan Stok
| ID PO | Material & Pemasok | Dipesan | Diterima | Sisa Pesanan | Status PO | Penerimaan Barang Sebagian (Partial) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| PO-#2 |
BB-B PT Bahan Cepat |
350 unit | 0 unit | 350 unit | PO Terbuka | |
| PO-#1 |
BB-A PT Bahan Cepat |
350 unit | 0 unit | 350 unit | PO Terbuka |
Riwayat Penerimaan Fisik di Gudang (Goods Receipts)
| Waktu Penerimaan | Referensi PO | Material | Jumlah Diterima | Catatan / Nomor Surat Jalan |
|---|---|---|---|---|
| Belum ada riwayat penerimaan barang. | ||||
Rangkuman Evaluasi Data Modul SCM
(1) Data Master & BOM
Tersedia master Bahan A (BOM: 3) dan Bahan B (BOM: 2) untuk 1 unit produk jadi.
(2) Kebutuhan Bruto & Bersih
Target 300 unit: A = 900 bruto / 400 bersih; B = 600 bruto / 350 bersih.
(3) Bukti Permintaan PO
Tersimpan pada tabel pesanan pembelian dengan tracking kuantitas terbuka.
(4) Simulasi Penerimaan
Penerimaan bertahap langsung menambah stok fisik dan memotong PO terbuka.