Praktikum 1
balqiserp.pagitrpl.my.id

Menganalisis Evolusi dan Integrasi ERP

Indikator: Konsep dan evolusi sistem ERP. Mengidentifikasi hubungan data yang belum terintegrasi, perbandingan arsitektur sebelum vs sesudah ERP, penetapan data master bersama, dan simulasi dampak pesanan terhadap departemen.

Kondisi Sistem Saat Ini & Evaluasi Permasalahan Operasional

Departemen Sistem Saat Ini Masalah yang Muncul Dampak Negatif Terhadap Operasional
Penjualan (Marketing) Spreadsheet Data pesanan terlambat diperbarui Bagian gudang dan produksi tidak mengetahui lonjakan pesanan baru secara tepat waktu.
Gudang (Warehouse) Aplikasi stok terpisah Stok berbeda dengan catatan pembelian Data fisik persediaan tidak sinkron; sering terjadi kehabisan bahan mendadak.
Produksi Formulir manual Jadwal produksi sering berubah Kebutuhan bahan baku tidak terprediksi; janji tanggal kirim ke pelanggan sering meleset.
Keuangan (Finance) Aplikasi akuntansi terpisah Transaksi harus dimasukkan ulang Laporan keuangan akhir bulan selalu terlambat karena rekonsiliasi manual yang memakan waktu.

1. Identifikasi Hubungan Data yang Belum Terintegrasi

Penjualan ↔ Gudang Pesanan baru di spreadsheet tidak otomatis mereservasi stok di aplikasi gudang, memicu over-committing.
Gudang ↔ Produksi Pengambilan bahan baku secara manual tidak langsung mengurangi saldo persediaan gudang, menyebabkan selisih data stok.
Produksi ↔ Penjualan Jadwal perakitan manual tidak dapat dilihat oleh tim sales, berujung pada janji tanggal pengiriman yang tidak realistis.
Operasional ↔ Keuangan Faktur pembelian dan penjualan dicatat ulang manual, menciptakan risiko salah ketik (human error) dan keterlambatan jurnal.

2. Arsitektur Proses — Sebelum ERP (Silo Terpisah)

PenjualanSpreadsheet pesanan mandiri
GudangAplikasi stok lokal
ProduksiFormulir kertas manual
KeuanganSoftware akuntansi offline
Kelemahan: Tidak ada aliran data otomatis antar bagian. Setiap departemen menyimpan pulau informasi (data silo) tersendiri.

3. Arsitektur Proses — Setelah ERP (Database Terintegrasi)

Single Source of Truth (Database ERP Terpusat) MySQL / MariaDB RDBMS Relasional Terintegrasi
⇅ Aliran Data Realtime Dua Arah ⇅
Penjualan
Gudang
Produksi
Keuangan
Keunggulan: Satu kali input transaksi penjualan langsung memotong alokasi stok di gudang, menjadwalkan produksi, dan membentuk jurnal piutang di keuangan secara otomatis.

4. Data Master yang Digunakan Bersama (Shared Master Data)

Nama Data Master Departemen Pengguna Tujuan & Manfaat Bersama
Master Produk & BOM Penjualan, Gudang, Produksi, Keuangan Menjamin spesifikasi produk, rasio kebutuhan material (Bill of Materials), dan harga jual standar konsisten di semua divisi.
Master Pelanggan (Customer) Penjualan, Keuangan Menghubungkan histori pesanan dengan batas kredit (credit limit) dan jadwal penagihan piutang.
Master Pemasok & Lead Time Pembelian, Gudang, Produksi Memastikan waktu pengadaan bahan baku akurat untuk perencanaan jadwal produksi (MRP).
Master Lokasi Gudang & Persediaan Gudang, Produksi, Penjualan Memberikan visibilitas stok yang tersedia (Available to Promise) tanpa perlu verifikasi fisik manual berkali-kali.
Master Bagan Akun (Chart of Accounts) Keuangan, Seluruh Modul Terkait Mengotomatiskan penjurnalan dari setiap transaksi operasional (pembelian, penjualan, penerimaan barang).

5. Simulasi Pesanan Pelanggan & Tantangan Individual Dosen

Uji bagaimana satu pesanan penjualan memengaruhi departemen Stok, Produksi, dan Keuangan dalam berbagai kondisi khusus dosen.

Bukti (3) — Hasil Simulasi Transaksi yang Tersimpan

No. Order Pelanggan Qty Kondisi Pengujian Dampak Stok Dampak Produksi Dampak Keuangan Tindakan Sistem ERP
SO-261102-024138 PT Astra Otomotif Nusantara 100 unit normal Cukup (Perlu A: 300, B: 200; Stok ada A: 400, B: 250) Siap dijadwalkan ke lini perakitan. Faktur penjualan piutang kredit Rp 7.500.000 siap dibukukan. Alur normal ERP: Pesanan terverifikasi, persediaan dialokasikan.
SO-261102-024043 PT POLITEKNIK META INDUSTRI CIKARANG 100 unit normal Cukup (Perlu A: 300, B: 200; Stok ada A: 400, B: 250) Siap dijadwalkan ke lini perakitan. Faktur penjualan piutang kredit Rp 7.500.000 siap dibukukan. Alur normal ERP: Pesanan terverifikasi, persediaan dialokasikan.
SO-261102-023943 PT MAJU 100 unit normal Cukup (Perlu A: 300, B: 200; Stok ada A: 400, B: 250) Siap dijadwalkan ke lini perakitan. Faktur penjualan piutang kredit Rp 7.500.000 siap dibukukan. Alur normal ERP: Pesanan terverifikasi, persediaan dialokasikan.

Bukti (4) — Penjelasan Singkat Masalah yang Ditemukan dan Solusi ERP

Akar Masalah: Selisih Jumlah Stok Antara Gudang dan Catatan Produksi

Penyebab: Bagian gudang mencatat mutasi stok saat pengiriman barang masuk, sedangkan produksi mencatat kebutuhan material menggunakan kertas formulir manual setelah proses perakitan selesai. Karena tidak ada validasi waktu-nyata (real-time lock), bahan baku sering diambil tanpa potongan sistematis.

Solusi Penerapan ERP: Menerapkan modul Inventory & Production Management terintegrasi dengan mekanisme Backflushing / Auto-Issue BOM. Setiap kali Perintah Kerja (Work Order) dirilis, sistem otomatis membekukan (reserve) kuantitas bahan baku di gudang. Ketika produksi selesai diinput, saldo fisik gudang terpotong seketika secara otomatis tanpa memerlukan rekap manual.

ERP System — TRPL Politeknik META Industri · By Nadia Putri Balqis